Jumat, 29 Maret 2013

SANGAR SENI RUPA TANAH PILIH JAMBI

Prolog Perjalanan panjang seni rupa Jambi telah dimulai sejak tahun 1980. Hingga tahun 1982, terdapat dua puluh perupa yang pada tahun itu menggelar pameran lukis pertama. Dengan berdirinya Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) pada tahun 1986, geliat seni rupa semakin marak. Setiap tahun mampu digelar empat hingga lima kali pameran. Walau kemudian pada awal tahun seribu sembilan ratus sembilan puluhan SMSR tersebut tidak lagi beroperasi, geliat dan apresiasi seni rupa di Jambi masih terus hidup. Hingga kini, terdapat lima puluhan perupa Jambi yang aktif berkarya. Sejarah pun membuktikan bahwa Jambi memegang peranan penting sebagai penggerak untuk mengangkat seni rupa Sumatra, khususnya bidang lukis, ke ranah nasional. Para perupa Jambi hingga saat ini pada dasarnya masih kesulitan dalam menemukan ikon-ikon yang mampu mewakili dan mencirikan daerah. Hal ini menjadikan karya-karya mereka masih “mengambang”. Pekerjaan rumah ini lah yang sekarang menjadi tugas besar para perupa untuk menggali dan menemukannya. Pameran lukis kali ini mencoba untuk mengangkat salah satu kekuatan Jambi dari sisi fauna, yaitu harimau. Sebagaimana data teknis yang ada, wilayah Jambi merupakan daerah yang memilliki habitat harimau terbanyak di Sumatra. Harimau, bukan semata dipandang sebagai figur hewan langka, namun lebih dari itu. Sosok harimau melekat dalam kehidupan spiritual tradisional masyarakat. Hal ini tampak pada legenda-legenda dalam tradisi lisan. Di sisi spiritual tradisional, ritual magis masih dapat ditemukan pada sebagian besar masyarakat non perkotaan. Penghormatan atas keberadaan harimau pun tampak pada laku keseharian masyarakat agraris atau mereka yang dekat dengan kehidupan alam. Sebutan “datuk” atau “nenek” sebagai kata ganti penghormatan untuk harimau, menjadi salah satu bukti bahwa mitos-mitos tentang harimau begitu melekat, dipercaya, dihormati dan membudaya di masyarakat. Pada kesempatan ini, pameran lukis perupa Jambi yang diprakarsai oleh Sanggar Seni Rupa Tanah Pilih, mengangkat sosok harimau lewat sebuah pameran dengan judul: “Myth Beyond The Wild”. Tujuan yang diharapkan adalah mengangkat harimau, yang sarat dengan mitosnya, menjadi salah satu ikon Jambi. Agar kelak di mana pun, ketika seseorang berbicara tentang harimau Sumatra, maka yang pertama kali muncul dalam benak adalah: JAMBI. Diharapkan pameran ini dapat meningkatkan apresiasi lukis masyarakat luas dan memicu progresivitas kualitas dan kuantitas karya perupa Jambi.
 
Oleh: Kereisme

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar